Fatimah Binti Rasulullah saw, Rindu Bertemu Denganmu Melangit Lagi

Kemuliaan muncul dari tiga arah
dipangkuan Fatimah yang mulia
Lihatlah, siapa suami dan anaknya
Siapa yang melebihi ayahnya
Satu dari cahaya-cahaya kenabian
Penuntun dalam kegelapan
Rahmat bagi semesta alam
Harapan bagi dunia dan sesudahnya
 Semangatnya membangunkan fitrah
Seakan mati lalu ia hidupkan
Dia ukir sejarah baru
Seperti pengantin berbulan madu

Dan lihatlah suami Fatimah
Dialah lelaki sebenarnya
Sifat baiknya melebihi matahari diwaktu dhuha
Menyibak semua masalah
Istananya hanya gubuk tua
pedang berkilau harta kekayaannya

Lalu lihatlah dua anak Fatimah
Tidak ada yang terlahir sebaik mereka
Seorang pemimpin jihad
Seorang lagi pemersatu umat
Fatimah memang teladan bagi wanita
Setiap langkahnya memancarkan cahaya
Menyelamatkan umat dari perpecahan
Itulah kiprah anaknya yang bernama Hasan
Ia rela tinggalkan jabatan demi persatuan
Husain juga menyebarkan kebaikan-kebaikan
Sifat-sifatnya sangat harum dan selalu membahana
                                                       Muhammad Iqbal


Wahai wanita mulia, rindu bertemu denganmu melangit lagi...
Setiap kali ku membaca siroh perjalanan hidupmu mengantarkan ku pada rasa haru yang tiada tara berbalut rasa malu berkepanjangan atas keistimewaan dan sifat baik yang menghiasi dirimu. 

Duhai Pemimpin para wanita syurga...
Sungguh keimanan seorang muslimah harus dipertanyakan ketika ia tidak mengenal dan mencintaimu. Bagaimana tidak, engkau adalah putri yang sangat dicintai dan mencintai Rasulullah. Tidak jarang keluar dari lisan Rasulullah kata kata yang mengandung arti bahwa apa yang membuatmu marah otomatis membuat beliau marah. Bahkan pada akhir hayatnya Rasulullah sempat membisikimu bahwa engkaulah pemimpin wanita ahli surga. Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwasanya engkau adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah (kelak setelah lahirnya Hasan bin Abi Thalib bin Fatimah bin Muhammad, Hasanlah orang yang paling mirip dengan Rasulullah), di antaranya adalah apa yang dikatakan 'Aisyah r.a : "Tidak ada yang mirip Rasulullah dalam cara berjalan dan bertutur kata kecuali Fatimah". Dalam riwayat lain Ummul Mu'minin Ummu Salamah mengatakan: "Fatimah bintu Rasulullah adalah orang yang paling mirip wajahnya dengan Rasulullah." Hal ini ditegaskan oleh Anas bin Malik dalam salah satu riwayatnya: "Fatimah sangat mirip dengan Rasulullah, kulitnya putih dan berambut hitam."

Duhai wanita teladan dengan akhlak menawan...
Begitu banyak julukan yang menggambarkan betapa mulianya dirimu.
 Dalam beberapa riwayat, julukanmu yang paling masyhur adalah Az Zahra yang artinya bercahaya,berkilau. Ada yang mengatakan karena engkau adalah bunga Rasulullah, yang lain mengatakan karena engkau berkulit putih, pendapat ketiga mengatakan karena apabila engkau beribadah maka cahaya yang terpancar darimu menerangi mahkluk yang ada di langit seperti halnya cahaya bintang menerangi makhluk yang ada di bumi. Selain Az Zahra, julukan lain yang tersemat padamu seperti Ash Shiddiqah (orang yang percaya), Al Mubarakah, At Thahirah, Az Zakiyyah, Ar Radhiyah, Al Murdhiyyah, Ummu abiha.

Duhai Putri Kesayangan Rasulullah SAW...

Tak sedikit riwayat yang menegaskan keistimewaanmu di hati Rasulullah, di antaranya adalah riwayat yang menceritakan ketika Rasul mengajak keluarganya untuk memeluk Islam, dalam khutbahnya yang masyhur Rasulullah memilihmu di antara putri-putrinya yang lain. Ketika itu ia berseru "Ya Fatimah binti Muhammad mintalah padaku apa yang kamu mau, tapi kelak di hadapan Allah aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu." Atau dalam riwayat lain ketika Rasulullah mendengar kaum Muslim tidak melakukan hukuman potong tangan karena yang melakukan pencurian berasal dari pembesar Quraisy, Rasulullah menyatakan statemennya yang spektrakuler: "Apabila Fatimah binti Muhammad mencuri maka akan aku potong tangannya." Dua peristiwa ini sebagai bukti begitu dekatnya engkau di hati Rasulullah SAW.
Sering Rasulullah mengatakan bahwa: "Fatimah adalah bagian dariku, apa yang membuatnya marah maka membuatku marah" (HR. Bukhari, Turmudzi, Ahmad, Hakim). 

Duhai Anak Teladan Sepanjang Zaman... 
Sebagai seorang anak berbakti, engkau selalu berusaha untuk melakukan apa yang membuat Rasulullah SAW senang. Sebuah riwayat telah mencatat ketaatanmu kepada Rasulullah SAW bahwa engkau  meninggalkan perhiasan bukan karena haram bagimu, tapi ketika engkau mengetahui ayahmu, Rasulullah SAW tidak menyukainya, maka engkau rela meninggalkannya.
Pernah suatu hari Fatimah berkunjung ke rumah ayahnya, Rasulullah, ketika itu ia memakai seuntai kalung emas –hanya seuntai kalung sementara wanita yang lain waktu itu memakai jauh lebih banyak darinya- ia tidak tahu kalau hal itu akan membuat Rasulullah marah. Ketika keduanya tengah bercengkrama, pandangan Rasulullah tertuju pada kalung yang dikenakan Fatimah. Air muka Rasulullah langsung berubah dan beliau langsung membisu. Fatimah mengerti dan minta izin. Sepanjang perjalanan ia berfikir dan menyimpulkan bahwa Rasulullah marah kepadanya karena ia mengenakan kalung emas, Fatimah memutuskan untuk menjual kalung tersebut dan asil penjualannya akan ia belikan seorang budak untuk membantu pekerjaannya. Tapi keberadaan budak tersebut di rumahnya akan selalu mengingatkan Rasulullah SAW. Bahwa itu hasil penjualan kalung emas yang menyebabkan kemarahannya. Akhirnya untuk mendapatkan ridho ayahnya ia memutuskan untuk membeli budak dengan hasil penjualan kalung dan membebaskan budak tersebut.
Setelah itu pergilah Az Zahra mengunjungi Rasulullah, Rasulullah langsung mencari-cari kalung yang dikenakan Fatimah ketika kunjungannya terakhir tetapi ia tidak menemukannya. Belum sempat Rasulullah bertanya, Fatimah mendahului menjelaskan apa yang ia lakukan dengan kalungnya. Wajah Rasulullah langsung berubah cerah dan sumringah setelah mendengar apa yang dituturkan Fatimah. Maka keluarlah ucapan Rasulullah untuk Fatimah: Anti bintu abik "kamu betul-betul anak bapakmu."

Duhai Istri Pejuang Tanpa tanding...
Sungguh engkaulah contoh para muslimah yang mengajarkan bahwa dalam memilih pasangan hidup, kesolehan dan akhlak seorang pemuda itu jauh lebih utama dibandingkan materi yang dimilikinya. Sebuah riwayat menjelang pernikahanmu yang mulia:
Sudah lama Ali menyembunyikan keinginan untuk memperistri Fatimah. Keinginan tersebut bertambah menggebu setelah Rasulullah menikah dengan Siti 'Aisyah. Bagi Fatimah, Ali bukanlah orang asing, ia adalah anak paman Rasulullah, Abu Thalib. Keduanya dibesarkan dalam rumah yang sama dengan orang tua yang sama . Tapi apa daya Ali tidak memiliki apa-apa untuk dijadikan sebagai mahar. Abu Bakar dan Umar mendahului Ali melamar Fatimah, keduanya ditolak Rasulullah dengan halus. Setelah penolakan itu keduanya menemui Ali agar melamar Fatimah. Maka pergilah Ali menemui Rasulullah untuk melamar Fatimah. Karena malu Ali menyampaikan lamarannya dengan cara halus. Rasulullah hanya menjawab: "Ahlan wamarhaban" lalu keduanya sama-sama diam. Keesokan harinya Ali kembali menemui Rasulullah, kali ini dengan terang-terangan ia melamar Fatimah, dan menjadikan baju bsinya sebagai mahar. Kemudian atas perintah Rasulullah ia menjual baju besinya seharga 470 dirham untuk keperluan perkawinannya. Demikianlah perkawinan putri Rasulullah, dengan Ali, pemuda faqir yang hanya memiliki baju besi untuk dijadikan mahar. 

Sungguh engkau mengajarkan bagaimana menjadi istri yang tulus mengasihi keluarga dengan keikhlasan dan kesabaran yang luar biasa melayani suami dan anak-anak. Sebuah riwayat membuktikan hal itu:
Disaat Ali tidak mampu membayar pembantu untuk meringankan pekerjaan Fatimah. Fatimah dengan ikhlas mengerjakan semua pekerjaan rumah, dibantu oleh Ali sepulang mencari nafkah. Suatu hari Ali mendengar bahwa Rasulullah mendapat beberapa orang budak. Maka iapun meminta kepada Fatimah untuk pergi menemui Rasulullah guna meminta salah satu budak agar bisa meringankan pekerjaan Fatimah. Pergilah Fatimah memenuhi permintaan Ali, tapi sesampainya di tempat Rasulullah ia malu menyampaikan maksud kedatangannya, iapun pamit pulang. Sesampainya di rumah ia menceritakannya pada Ali. Lalu Ali mengajak Fatimah kembali menemui Rasulullah, karena Fatimah diam saja, akhirnya Ali lah yang meminta kepada Rasulullah untuk memberi mereka salah satu budak agar bisa meringankan pekerjaan Fatimah. Tapi Rasulullah tidak bisa mengabulkan permintaan keduanya, karena hasil penjualan budak-budak tersebut akan dibelikan makanan untuk para fakir miskin. Pulanglah pasangan tersebut tanpa ada sedikitpun rasa kecewa di hati keduanya. Tapi pemandangan itu menyentuh hati Rasulullah sebagai seorang ayah. Malamnya Rasulullah mendatangi putrinya Fatimah, beliau bersabda: "Maukah kalian berdua aku beri sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?" keduanya menjawab dengan serentak: "tentu ya Rasulullah." Rasulullah berkata: "kalimat yang diajarkan Jibril; Membaca tasbih 10 kali, tahmid 10 kali dan takbir 10 kali setiap selesai sholat. Dan apabila kalian hendak tidur bacalah tasbih 33 kali , tahmid 33 kali dan takbir 34 kali."

Sungguh, engkaulah wanita yang mengajarkan sikap qana'ah dan penuh keridhoan dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Dalam sebuah riwayat: Pernah suatu hari Rasulullah berkunjung ke rumah Fatimah (setelah Hasan dan Husein lahir), beliau hanya menemukan Fatimah, ketika beliau menanyakan keberadaan Ali, Hasan dan Husein, Fatimah menjawab: Ali membawa kedua anaknya berjalan-jalan agar mereka tidak meminta makan, sementara di rumah tidak ada yang bisa dimakan."

Duhai Fatimah Az-Zahra...
Putri Rasulullah SAW...Pemimpin para muslimah di surga...
Kini ada seorang muslimah yang datang kian abad dari masamu
Memiliki asa ingin belajar menjadi muslimah sejati
Dalam tubuh ringkih diselimuti daki dosa
dengan wajah tertunduk malu dan lidah kelu mengatakan 
betapa rindu di hati ingin bertemu denganmu...


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Outstanding post however , I was wondering if you could write a litte
more on this topic? I'd be very thankful if you could elaborate a little bit further. Bless you!

Here is my web site ... mould remediation ottawa

Posting Komentar