Surat Seorang Sahabat Dakwah





Assalamualaykum wr.wb.

Kepada saudaraku yang ana cintai karena Allah. Tak terasa kita telah sampai di ujung perjuangan kita di sini, departemen yang ana cintai dan bidang yang pertama kali ana masuki ketika ana berorganisasi. Pertama ana sadar saudaraku bahwa ana bukanlah orang yang sempurna. Ana sadar ana banyak memiliki kekurangan bahkan sering mengabaikan tugas yang diamanahkan kepada ana. Karena itu dengan kerendahan diri dan ketulusan hati yang paling dalam ana mohon maaf atas itu semua.

Saudaraku, ana sadar suatu saat ana akan merindukan syuro-syuro kita, canda, kekecewaan dan keseriusanmu. Ana akan sangat menginginkan suasana itu kembali. Karena itu saudaraku, ana berdoa agar suatu saat kita berjumpa kembali untuk mengenang masa indah perjuangan kita baik itu ketika kita diberi hidup maupun nanti ketika telah berada di syurganya Allah (insya Allah).

Saudaraku, ana begitu mencintai dakwah dan perjuangan maka doakan ana tetap istiqomah bersamanya dan ana juga berdoa agar kau istiqomah bersamanya. Ana teringat ketika seorang sahabat berdoa, “Ya Allah, jadikanlah hamba termasuk orang-orang yang sedikit” dan sahabat yang lain bertanya “kenapa kau berdoa seperti itu?” Beliau menjawab “sesungguhnya perjuangan agama ini begitu sulit dan hanya sedikit yang akan mampu bertahan di dalamnya.” Karena itu hari ini ana berdoa semoga kita termasuk yang sedikit itu.

Sesungguhnya kebahagiaan terbesar adalah ketika ana bisa bersamamu, ketika Allah menyatukan hati-hati kita dalam nuansa ukhuwah dalam persaudaraan Islam. Dan hari ini ana telah menganggapmu saudara dan ana harap hal yang sama terhadap ana.

Saudaraku, diakhir kepengurusan ini, ana mohon lihatlah wajah ana sekali lagi. Jangan lupakan ana dan ana mohon ceritakanlah kepada anak-anak dan keluargamu, tentang perjuangan kita, tentang arti sebuah persaudaraan yang berlandaskan iman dan taqwa, tentang air mata yang tertumpah dalam perjuangan.

Saudaraku, terakhir ana ingin menegaskan kembali bahwa ana mencintaimu karena Allah maka ingatkan ana ketika ana tergelincir dan doakan ana dalam setiap solatmu.

Dan terakhir inilah harapanku untukmu:
Saudaraku, bersamamu adalah semangat bagiku
Bersamamu adalah kenangan paling indah bagiku
Ana mencintaimu karena Allah maka cintailah ana karena Allah
Saudaraku, tawamu adalah bahagiaku dan dukamu adalah luka bagiku
Semoga persaudaraan ini kekal dan kita dipertemukannya dalam syurga
Semoga perjuangan ini menjadi ruh bagi kita dan kita tetap istiqomah di jalan-Nya.

Wassalamualaykum wr wb.


Mengenang detik-detik terakhir kepengurusan departemen kaderisasi PUSDIMA.
Teriring doa untuk seluruh sahabat..semoga Allah meneguhkan pijakan kaki-kaki ini di jalan dakwah...

0 komentar:

Posting Komentar